Showing posts with label hamil keempat. Show all posts
Showing posts with label hamil keempat. Show all posts

Tuesday, 12 March 2019

  |  No comments  |  

Bagaimana Aku Bisa Move On dengan Semua Ujian Ini?

Tahun kemarin baru ku sadari adalah tahun dimana aku diuji dengan ujian yang cukup membuatku bersyukur, selain bersabar tentunya. Keguguran dua kali dan hamil berikutnya ditakdirkan melahirkan seorang putri yang memilih berpulang dalam kasih sayang Allah. Mungkin jika anda membaca postingan-postinganku sebelumnya akan tau bagaimana perjalanan dan perjuanganku mempertahankan anak keempat hingga keenam, pada kehamilan keempat aku mengalami abortus spontan usia dini, 6w.. ya, aku bersyukur, loh keguguran kok bersyukur? Karna aku mengambil sisi positifnya, bahwa aku bersyukur kehilangan calon janin pada usia kehamilan yang masih dini, aku tidak bisa membayangkan jika keguguran usia 2 bulan atau 3 bulan, perasaan kehilangan itu akan begitu terasa. Syukur tetap aku gaungkan ke ilahi.

Selang 3 bulan kemudian kabar bahagia datang kembali, aku positif hamil, usia kehamilan saat itu 1 bulan (4w), waktunya bersamaan dengan masuknya bulan ramadhan tahun 2018, meskipun kehamilan kelima, aku tetap waspada dan berhati-hati menjaga kehamilan, masuk 5w aku usg ke RS. Mutiara Hati, dokter mengatakan belum terlihat janinnya, hanya ada kantung janin. Aku diberi vitamin dan dokter menyuruh kembali seminggu kemudian. Saat usia 6w, alu kembali usg di tempat yang sama, betapa sedihnya hati ketika dokter memvonis kalau aku hamil kosong (BO), padahal aku tidak mengalami flek atau kram, yang aku tau tanda hamil kosong salah satunya adalah flek yang cukup banyak. Dokter memberikan 2 opsi, langsung dikiret atau ditunggu saja? Aku tanya dokter berapa persen harapan janin ini dapat berkembang? Dokter bilang 20%, tapi aku tidak menyerah. Aku memilih untuk mempertahankan janin dan menolak untuk kiret, tapi aku merasa ada yang janggal, biasanya masuk 5w morning sickness mulai menyerang, tapi sampai 6w aku masih sehat. Aku bersyukur karna aku ingat pernah berdoa jika hamil lagi ingin sehat tidak ada mual muntah selama hamil, dan aku merasa ini jawaban doaku. Saat kehamilan usia 7w, aku mengalami flek warna pink, aku panik. Meskipun belum banyak fleknya aku langsung memeriksakannya ke dokter yang berbeda, yakni di RSI Sakinah oleh dokter Ida, Sp. Og, usg transvaginal, terlihat janinnya. Alhamdulillah. Bisikku, dr. Ida menyarankan agar aku opname untuk mempertahankan janin, hari pertama opname masuk sore hari, aku merasa semakin lama flek semakin banyak seperti haid pertama, aku sudah pesimis untuk mempertahankan janin ini dan lebih memilih izin ke dokter untuk pulang, dokter mengizinkan pulang dan diberi obat penguat, sampai rumah malam, aku masukkan obat penguat lewat vagina, semalam tidak keluar flek, tapi ketika bangun tidur aku merasakan kram dan akhirnya janin keluar dengan sendirinya pada usia kehamilan 8w tanpa kiret. Aku pasrah dan kembali bersyukur, lho keguguran kok bersyukur? Yah, lagi-lagi aku harus mengambil sisi positifnya, Ya Allah. Sesungguhnya anak adalah hakMu sepenuhnya, jika belum waktunya bagiku memiliki kembali momongan, maka tandanya memang belum waktunya, fokus kepada ketiga anakku. 

Selang sebulan dan siklus haid sekali aku kembali positif hamil, kali ini di luar dugaanku, karena aku merasa jarak kehamilan terlalu berdekatan, tapi karena sudah terlanjur positif hamil maka harus aku syukuri, usia kehamilan 5w aku mengalami flek coklat, aku sudah pesimis lagi, jangan-jangan keguguran lagi, 9 hari lamanya flek coklat membuatku menangis sepanjang hari, yang ku lakukan hanya bedrest dan ikhtiar minum obat penguat janin dari dokter, dan alhamdulillah 9 hari flek tiba-tiba berhenti, flek hilang mual muntah mulai datang. Aku bersyukur, karna mual muntah tanda janinku kuat, sebagaimana kehamilanku yang pertama sampai ketiga diwarnai dengan all day sickness. Aku mulai berani usg kembali saat usia janin 8w, mendengar detak jantungnya aku merasa bahagia tiada tara, memasuki kehamilan bulan ketiga jerawat mulai menyerang seluruh wajah seperti orang kena cacar air, memasuki bulan keempat ada kabar yang begitu mengejutkan, jenis kelamin anakku ternyata perempuan. Kebahagiaan itu bersamaan dengan hilangnya mual muntah dan sensitif bai-bauan. Aku bisa makan banyak dan bobotku naik drastis menjadi 48 kilo, sebelum hamil berat badanku hanya 40 kilo. Kehamilan masuk bulan ke enam mual muntah datang kembali dan jerawat semakin memenuhi wajah. Masuk bulan ke delapan aku merasa gerakan bayi berkurang drastis. Aku memeriksakan ke dr. Ida, dokter Ida mengatakan kalau detak jantung bayi melemah, seharusnya di atas 160 tetapi terbaca 120, usia usg tidak sesuai dengan usia seharusnya, berat janin sekitar 1,6 kg. Aku mulai panik, dokter menyarankan untuk dikeluarkan dengan cara sc, tapi tidak menjamin bayi bisa bertahan hidup. Opsi lainnya adalah menunggu hingga usianya cukup matang untuk dilahirkan dengan didrops beberapa obat untuk menguatkan organnya. Aku memilih opsi kedua. Selang 3 hari berikutnya aku mengalami kontraksi yang teratur, segera menuju rumah bersalin dan pukul 15.00 tanggal 19 Februari 2019 aku melahirkan bayi perempuan yang sangat cantik, sempurna seluruhnya, aku memberinya nama Adiba Azzuhdia. Melahirkan secara spontan, sedikit mengejan dan kontraksi yang masih bisa ditolelir, Adiba tidak ingin merepotkan ibunya. Namun selang beberapa menit kemudian ia memilih untuk pulang menghadap Rabbnya. Aku bersedih, aku menangis dan itu berselang hingga sekarang, 19 hari setelah kepergiannya, bahkan saat aku menuliskan kisah ini.. Tapi dua hari setelah kepergiannya, aku bersyukur, bersyukur atas kehadirannya. Melengkapi hidupku, meskipun aku tidak memiliki hak untuk mengasuhnya hingga dewasa, aku bersyukur karna kelak dia akan bersamaku di surga, menyambutku dan bapaknya, mempersilahkan bapak ibunya ini memasuki surga dan kami berbahagia disana. 3 hari setelah melahirkan aku ke salon, jalan-jalan, dan merencanakan hari-hari yang indah bersama suami dan ketiga anak kami. Ada banyak rencana yang sempat tertunda saat aku hamil Adiba, tidak banyak kesempatan untuk lebih dekat dengan ketiga anakku saat aku hamil Adiba. Saat ini aku bersyukur memiliki suami yang begitu memperhatikanku, ketiga anak lelakiku yang pandai. Dan Adiba di surga. 

19022019
Untuk kehamilan selanjutnya sepertinya memberikanku banyak pelajaran, setelah selesai nifas aku akan cek lab, tes beberapa hal yang berkaitan dengan rahim dan riwayat kesehatan agar kehamilan selanjutnya lebih sehat sebagaimana kehamilan pertama hingga ketiga yang tidak pernah memiliki masalah. Tapi aku dan suami sepakat untuk menunda kehamilan hingga 5 tahun ke depan, usia yang ideal untuk memiliki anak lagi ☺ 

“Hari ini aku tidak meminta ini dan itu pada Tuhan, hari ini aku berterima kasih kepada Tuhan karena telah memberiku kehidupan”

Saturday, 23 December 2017

,   |  No comments  |  

Keguguran

Kebahagian dan kesedihan datang silih berganti, itulah yang kini sedang ku alami.
Beberapa bulan yang lalu datang kebahagiaan menyelimuti keluarga kami, dia yang kelak menambah kebahagiaan kami, tespack menunjukkan 2 garis. Susu hamil sudah dibeli, sudah seminggu sejak berita bahagia itu datang. Paginya aku dan suami pergi ke bidan untuk memeriksakan kandungan di puskesmas, karna salah info layanan ibu hamil di Puskesmas Lawu setiap hari Rabu, aku datang hari Selasa. Akhirnya pulang. Sebenarnya ingin segera periksa ke Bidan karna selama hamil, Asi jadi tidak seperti biasanya, Si Kecil sering rewel dan merasakan kontraksi setiap menyusui. Tapi aku menganggapnya itu biasa.. Karena aku tidak memiliki riwayat kandungan lemah, dan kedua anakku NWP (Nursing While Pregnant), tidak ada masalah dengan kandunganku. Tapi hamil ke-4 ini beda dengan yang lainnya.. Biasanya menginjak 5w menuju 6w sudah merasakan mual muntah, kini tidak. Hanya kontraksi sedikit. Itu saja.

Malam itu, tanggal 19 Desember 2017 pukul 4 pagi, Sakti rewel sekali, dia seperti tidak puas menyusu, putingku ditarik-tarik dan berkali-kali membantingkan kepalanya di atas perutku, kontraksi makin kencang. Perut melilit, keringat dingin. Dan.. Keluar flek coklat.
Ada rasa khawatir sedikit, tapi aku meyakinkan diri baik-baik saja. Baik-baik ya Nak.. Aku pakai istirahat, tapi ternyata darah semakin mengucur deras. Pukul 08.00 aku mengabari suami, lalu kami segera ke dokter kandungan di Mutiara Hati, sampai disana antri nomer 47 dan baru dilayani pukul 13.00, badan sudah lemas..

Dan ketika di USG. Usia kandungan 5w4d, dokter menyatakan kalau janin sudah tidak bisa dipertahankan. Lalu aku harus cek lab untuk memastikan butuh kiret atau tidak.. Hasilnya, aku tidak perlu kiret, hanya diberikan obat peluruh dan harus kontrol lagi untuk memastikan rahim sudah bersih.

Selama perjalanan pulang, aku sesenggukan sendiri. Sekalipun suami dan keluarga menghibur dan meyakinkan kalau mudah saja bagiku untuk hamil lagi, namun tidak bisa dipungkiri kesedihan itu tidak bisa sirna hingga saat ini, rasa kehilangan itu tetap ada..

Thursday, 14 December 2017

, ,   |  No comments  |  

Tespack malam hari, akurat?

Malem para pembaca blog ini, jadi malam ini hari Kamis, 14 Desember 2017 ada kejutan baru, yang ga jauh-jauh dari urusan anak, xixi..

Langsung aja, akurat gak sih kalau tespack malem-malem? Aku sendiri membuktikannya, ceritanya jadwal haidku harusnya besok tanggal 15 Desember, tapi semingguan kemarin rasanya ada yang aneh sama aku, gampang mual, mulai kekenyangan dan muntah kalau makan banyak, padahal sebelumnya makanku ini porsinya banyak banget, gampang laper karna menyusui, tapi akhir-akhir ini paling ga bisa makan banyak, tak pikir ini lambungku yang bermasalah, minum antasida, sembuh.. Yang bikin curiga, aku pingin banget makan capcay, padahal jarang-jarang aku suka capcay, untuk yang ini aku jarang banget menyampaikan keinginanku ke suami untuk makan capcay, takut disangka ngidam, hihihii.. Akhirnya ya kalau lagi pingin capcay aku redam dengan keinginan itu dengan makan makanan yang lain, pokonya kenyang lah, pikirku kalau kenyang aku ga bakal pingin makan itu lagi.
Berawal dari situ, malamnya aku beranikan diri beli tespack, ga tanggung-tanggung aku beli tespack 10pcs merk onemed, murah meriah cuma 2000 aja  jadi kadang heran sama orang yang tes kehamilan pake pasta gigi, pake gula, pake cuka yang lagi booming di youtube itu.. Masak tespack 2000 ajah gak bisa beli 

Awalnya mau tespack kalau udah telat 3-4 harian dan tespacknya di pagi hari, tapi entah mengapa emak-emak seperti saya begitu penasaran dan berbekal coba-coba tespack malam hari, oh ya kami memang berhubungan badan pada masa subur, jadi tespack bisa dilakukan 12 hari setelah berhubungan badan pada masa subur. Catet yah.. Ini patokannya, aku saranin buat pasangan suami istri yang program hamil untuk download aplikasi kalender kesuburan di google play atau app store, jadi pasangan suami istri bisa mengetahui peluang hamil pada masa subur dan kapan harus berhubungan badan. 

Okey, malam ini pukul 19.50 aku masuk kamar mandi, tampung urin celupin tespack, udah tak tinggal buat cebok, buat cuci muka, setelah itu aku angkut, daaaan awalnya ga terlihat pemirsaaaaah, tapi lama kelamaan terlihat 2 garis, meskipun yang satunya samar.. Artinya aku positif hamil, oh ya sebelumnya aku pakai KB implan untuk 3 taun, tapi aku hanya pakai selama 10 bulan, dan udah aku lepas 3 bulan yg lalu, ga nyangka secepat ini jadinya.. Alhamdulillah langsung sujud syukur, FYI ini adalah calon anak yang Keempat, anak pertama umur 4y, anak kedua 3y, anak ketiga 1y4m, jangan ditanya bagaimana rasanya meskipun ini bukan kehamilan pertama.. Rasanya bahagia, haru, speechless ya Allaaaah terima kasih telah memberikan kepercayaan kepada kami..
Insya Allah 3 hari lagi akan tespack lagi  untuk menegaskan garis 