Tuesday, 12 March 2019

  |  No comments  |  

Bagaimana Aku Bisa Move On dengan Semua Ujian Ini?

Tahun kemarin baru ku sadari adalah tahun dimana aku diuji dengan ujian yang cukup membuatku bersyukur, selain bersabar tentunya. Keguguran dua kali dan hamil berikutnya ditakdirkan melahirkan seorang putri yang memilih berpulang dalam kasih sayang Allah. Mungkin jika anda membaca postingan-postinganku sebelumnya akan tau bagaimana perjalanan dan perjuanganku mempertahankan anak keempat hingga keenam, pada kehamilan keempat aku mengalami abortus spontan usia dini, 6w.. ya, aku bersyukur, loh keguguran kok bersyukur? Karna aku mengambil sisi positifnya, bahwa aku bersyukur kehilangan calon janin pada usia kehamilan yang masih dini, aku tidak bisa membayangkan jika keguguran usia 2 bulan atau 3 bulan, perasaan kehilangan itu akan begitu terasa. Syukur tetap aku gaungkan ke ilahi.

Selang 3 bulan kemudian kabar bahagia datang kembali, aku positif hamil, usia kehamilan saat itu 1 bulan (4w), waktunya bersamaan dengan masuknya bulan ramadhan tahun 2018, meskipun kehamilan kelima, aku tetap waspada dan berhati-hati menjaga kehamilan, masuk 5w aku usg ke RS. Mutiara Hati, dokter mengatakan belum terlihat janinnya, hanya ada kantung janin. Aku diberi vitamin dan dokter menyuruh kembali seminggu kemudian. Saat usia 6w, alu kembali usg di tempat yang sama, betapa sedihnya hati ketika dokter memvonis kalau aku hamil kosong (BO), padahal aku tidak mengalami flek atau kram, yang aku tau tanda hamil kosong salah satunya adalah flek yang cukup banyak. Dokter memberikan 2 opsi, langsung dikiret atau ditunggu saja? Aku tanya dokter berapa persen harapan janin ini dapat berkembang? Dokter bilang 20%, tapi aku tidak menyerah. Aku memilih untuk mempertahankan janin dan menolak untuk kiret, tapi aku merasa ada yang janggal, biasanya masuk 5w morning sickness mulai menyerang, tapi sampai 6w aku masih sehat. Aku bersyukur karna aku ingat pernah berdoa jika hamil lagi ingin sehat tidak ada mual muntah selama hamil, dan aku merasa ini jawaban doaku. Saat kehamilan usia 7w, aku mengalami flek warna pink, aku panik. Meskipun belum banyak fleknya aku langsung memeriksakannya ke dokter yang berbeda, yakni di RSI Sakinah oleh dokter Ida, Sp. Og, usg transvaginal, terlihat janinnya. Alhamdulillah. Bisikku, dr. Ida menyarankan agar aku opname untuk mempertahankan janin, hari pertama opname masuk sore hari, aku merasa semakin lama flek semakin banyak seperti haid pertama, aku sudah pesimis untuk mempertahankan janin ini dan lebih memilih izin ke dokter untuk pulang, dokter mengizinkan pulang dan diberi obat penguat, sampai rumah malam, aku masukkan obat penguat lewat vagina, semalam tidak keluar flek, tapi ketika bangun tidur aku merasakan kram dan akhirnya janin keluar dengan sendirinya pada usia kehamilan 8w tanpa kiret. Aku pasrah dan kembali bersyukur, lho keguguran kok bersyukur? Yah, lagi-lagi aku harus mengambil sisi positifnya, Ya Allah. Sesungguhnya anak adalah hakMu sepenuhnya, jika belum waktunya bagiku memiliki kembali momongan, maka tandanya memang belum waktunya, fokus kepada ketiga anakku. 

Selang sebulan dan siklus haid sekali aku kembali positif hamil, kali ini di luar dugaanku, karena aku merasa jarak kehamilan terlalu berdekatan, tapi karena sudah terlanjur positif hamil maka harus aku syukuri, usia kehamilan 5w aku mengalami flek coklat, aku sudah pesimis lagi, jangan-jangan keguguran lagi, 9 hari lamanya flek coklat membuatku menangis sepanjang hari, yang ku lakukan hanya bedrest dan ikhtiar minum obat penguat janin dari dokter, dan alhamdulillah 9 hari flek tiba-tiba berhenti, flek hilang mual muntah mulai datang. Aku bersyukur, karna mual muntah tanda janinku kuat, sebagaimana kehamilanku yang pertama sampai ketiga diwarnai dengan all day sickness. Aku mulai berani usg kembali saat usia janin 8w, mendengar detak jantungnya aku merasa bahagia tiada tara, memasuki kehamilan bulan ketiga jerawat mulai menyerang seluruh wajah seperti orang kena cacar air, memasuki bulan keempat ada kabar yang begitu mengejutkan, jenis kelamin anakku ternyata perempuan. Kebahagiaan itu bersamaan dengan hilangnya mual muntah dan sensitif bai-bauan. Aku bisa makan banyak dan bobotku naik drastis menjadi 48 kilo, sebelum hamil berat badanku hanya 40 kilo. Kehamilan masuk bulan ke enam mual muntah datang kembali dan jerawat semakin memenuhi wajah. Masuk bulan ke delapan aku merasa gerakan bayi berkurang drastis. Aku memeriksakan ke dr. Ida, dokter Ida mengatakan kalau detak jantung bayi melemah, seharusnya di atas 160 tetapi terbaca 120, usia usg tidak sesuai dengan usia seharusnya, berat janin sekitar 1,6 kg. Aku mulai panik, dokter menyarankan untuk dikeluarkan dengan cara sc, tapi tidak menjamin bayi bisa bertahan hidup. Opsi lainnya adalah menunggu hingga usianya cukup matang untuk dilahirkan dengan didrops beberapa obat untuk menguatkan organnya. Aku memilih opsi kedua. Selang 3 hari berikutnya aku mengalami kontraksi yang teratur, segera menuju rumah bersalin dan pukul 15.00 tanggal 19 Februari 2019 aku melahirkan bayi perempuan yang sangat cantik, sempurna seluruhnya, aku memberinya nama Adiba Azzuhdia. Melahirkan secara spontan, sedikit mengejan dan kontraksi yang masih bisa ditolelir, Adiba tidak ingin merepotkan ibunya. Namun selang beberapa menit kemudian ia memilih untuk pulang menghadap Rabbnya. Aku bersedih, aku menangis dan itu berselang hingga sekarang, 19 hari setelah kepergiannya, bahkan saat aku menuliskan kisah ini.. Tapi dua hari setelah kepergiannya, aku bersyukur, bersyukur atas kehadirannya. Melengkapi hidupku, meskipun aku tidak memiliki hak untuk mengasuhnya hingga dewasa, aku bersyukur karna kelak dia akan bersamaku di surga, menyambutku dan bapaknya, mempersilahkan bapak ibunya ini memasuki surga dan kami berbahagia disana. 3 hari setelah melahirkan aku ke salon, jalan-jalan, dan merencanakan hari-hari yang indah bersama suami dan ketiga anak kami. Ada banyak rencana yang sempat tertunda saat aku hamil Adiba, tidak banyak kesempatan untuk lebih dekat dengan ketiga anakku saat aku hamil Adiba. Saat ini aku bersyukur memiliki suami yang begitu memperhatikanku, ketiga anak lelakiku yang pandai. Dan Adiba di surga. 

19022019
Untuk kehamilan selanjutnya sepertinya memberikanku banyak pelajaran, setelah selesai nifas aku akan cek lab, tes beberapa hal yang berkaitan dengan rahim dan riwayat kesehatan agar kehamilan selanjutnya lebih sehat sebagaimana kehamilan pertama hingga ketiga yang tidak pernah memiliki masalah. Tapi aku dan suami sepakat untuk menunda kehamilan hingga 5 tahun ke depan, usia yang ideal untuk memiliki anak lagi ☺ 

“Hari ini aku tidak meminta ini dan itu pada Tuhan, hari ini aku berterima kasih kepada Tuhan karena telah memberiku kehidupan”

Friday, 11 January 2019

,   |  No comments  |  

USG 4D Usia Kandungan 6 Bulan

Yeaaaay hari yang ditunggu telah tiba, sudah masuk 24 w atau 6 bulan lebih 2 hari, saatnya untuk ngintip si cantik dalam kandungan, oh ya kenapa aku bilang si cantik? karena usia kandungan 16w udah ketahuan kalau dia jenis kelaminnya cewek (bisa dibaca disini), kebayang kan gimana rasanya setelah 3x hamil dan lahir cowok semua baru kali ini hamil anak perempuan,
oh ya, langsung aja ke hasil USG 24w2d yah 😎


Detak jantung normal, seneng banget dengernya jedug-jedug gituh. apalagi dia udah aktif nendang-nendang daripada bulan kemarin 😍💖 


Ga keliatan dedenya :( btw, ini prakteknya sama dr. Dian di Mutiara Hati, ga sama dr. Sulfakar karena beliaunya lagi bepergian, dan baru pertama kalinya periksa ke Mutiara Hati sama dr. Dian, ini usg terlama selama kontrol disini, kenapa terlama? karena 7 menit buat cari wajah si kecil dianya ga mau nampakin wajahnya, sembunyi terus :( nih video durasi hampir 7 menit 

nunggu wajah dia nongol :D


Dan ukuran si baby waktu USG mundur dari hitungan seharusnya, seharusnya sudah masuk 24w tapi di USG 22w, yaaaah yang penting sehat lah ya nak, dan dia bener bener cantik looh, cewek 😗😚


Hasil USG
  • FL (Femur Length): ukuran panjang tulang paha bayi = 3,81 cm
  • GA (Gestational Age): perkiraan umur kehamilan = 22w1d
  • EDD (Estimated Delivery Date): perkiraan persalinan = 04-05-2019
  • AC (Abdominal Circumferencial): ukuran lingkaran perut bayi = 16,80 cm
  • HC (Head Circumferencial): lingkaran kepala = 20,63 cm 
  • BPD (Biparietal diameter): ukuran tulang pelipis kiri dan kanan = 5,53 cm
  • EFW (Estimation Fetal Weight): perkiraan berat bayi = 475 gr
Alhamdulillah semuanya normal, detak jantungnya, jari-jari tangan dan kaki, kepala dan fisiknya semuanya sempurna. Terima kasih ya Allah atas karunia ini

Semoga kamu sehat terus ya nak, happy di rahim dan lahir pada saat yang tepat, lancar segalanya. 😘 Aaaamiiiin 
,   |  No comments  |  

Make Up untuk Menutup Jerawat Saat hamil

Hamil kali ini berbeda dengan hamil sebelumnya, bahkan beda jauuuh sekali. Kalau morning sickness atau all day sickness alias mual muntah sepanjang hari selama hamil sih sama aja ya, mulai dari anak pertama sampai ketiga sudah langganan. Tapi tunggu, hamil anak ke-4 yang kata mesin USG nya cewek ini bener-bener istimewa, ini sudah masuk 7 bulan masih betah aja mual mualnya gak hilang 😭 trus lagi, biasanya hamil tampak cetar mempesonahh, kali ini aku harus rela dihinggapi masalah jerawat yang seumur hidup aku jarang banget jerawatan, kalaupun jerawat muncul itu pasti karena jadwalnya mau mens, dan kulitku bukan tipe-tipe kulit yang sensitif, alias kulit badak 😝 jadi nyoba produk apapun (asal ga abal-abal yah) ga pernah sampe kena efek jerawat atau masalah kulit lainnya. Hwaaa taugasiiii rasanya itu pingin nangis aja setiap liat kaca, ditambah lagi konsultasi ke terapis langgananku perawatan katanya gak boleh dikasih apa-apa karena takut berbahaya buat janin, dan katanya nanti bisa hilang sendiri kalau sudah melahirkan. oh mafessssss  😭😭😭😭😭  jadi akutu kudu nunggu beberapa bulan lamanya untuk bisa memperbaiki wajahku yang awalnya baik-baik saja Tuhaaan. hikss, belum lagi yang bikin frustasi tuh saat ketemu orang komennya macem-macem, dikira pake krim abal-abal lah sampek muka jadi ancur, trus komen-komen ngeselin lainnya yang bilang "kamu hamil kok tambah jelek?" huaaa *nangis sambil ngemil cilok*.. tapi untung suami selalu membesarkan jiwa dan ragaku wokwokwowk, katanya "ibu hamil itu bagaimanapun tetap cantik", bagi yang penasaran sama wajahku nih aku tunjukin bagaimana dosa-dosa yang menempel di wajah 😵😵😅

ngapaen si pake di wm segala sok syantiq ngartes :p yakali ntar dicomot seller buat testi produk geje :p

Wait, mana penampakan dosanya? Bentar ya mengenang wajah 'which is' pas aku belum hamil atau pas beranak 3. masih mulus-mulus aja dan gak pernah punya masalah sama jerawat, tapi usia kehamilan masuk 4 bulan mulai kayak gini 👇 *menangyyyyyssss

langit tak berbintang tyadalah indah *menghibur diri

Daaaaaaan, masuk 5 bulan mulai menjamah hingga ke hidung, kayak gini 👇*menangyyyyssss sambil keramas

mon maap bukan endorse buku :p kebetulan cuma punya dokumentasi raique yang ini saat hamil 5 bulan, sisanya bete abis males poto :p

Masuk 6 bulan makin parah pemirsaa ga cuma area dagu aja, tapi juga alis, jidat, dan paling parah pipi kiri ditumbuhi jerawat batu yang sakiit banget :( 👇

*menangyyyyysss darahhh

*Semua poto di atas pake foto kamera yang ga ada byuti-byutinya sama sekali, maklum hape samsul emang ga pernah boong wakakakak :(

Segala cara sudah ku tempuh termasuk beli krim anti jerawat yang aman buat bumil sampai skincare anti acne yang aman buat bumil yang lumayan nguras retjeh sobat misqueen, mungkin kalau buat beli pisang goreng bisa beli sama grobaknya dan molai buka usaha pisang goreng anget buat balikin modal :( tapi tetep aja ini muka gabisa diapa-apain, dan baru kali ini menyadari bahwa ucapan Mbak Terapis benar adanya :(, percuma dikasih krim atau skincare anti acne kalau hormon hamil ya ga bakal bisa hilang :( akunya yang bandel, beli krim oles herbal lah, krim dari jepang yang konon ampuh buat jerawat dan di websitenya dicantumin ingre yang boleh buat bumil busui, sampe beli serangkaian skincare teatree-nya the bodyshop, sampe habis ditumpeh-tumpehkan dan dikoret-koret hingga tetes terakhir penghabisan tetep aja it's not working :( yang bisa kulakukan hanya bersabar wkwk.

Tapi mau bagaimana lagi, bertanya pada rumput bergoyang pun rasanya sia-sia, opo sih.. Karena aku ga maen skincare saat jerawat hormon kehamilan melanda, aku siasati dengan pake make up, sumpah baru kali ini pake make up, biasanya cukup pake sunblock, krim siang sama lippen aja kalau keluar, tapi mengatasi masalah ini kayaknya ga cukup yah, buka-buka youtube tutorial menutup jerawat ga nemu yang pas, karena ribet banget harus pake fondi, padahal aku anti fondi, berasa pake fondi itu kayak berat banget di wajah, aku sendiri ga suka make up tebel, akhirnya aku konsul sama Mbak Terapis cara menutup jerawat yang simpel, pertama aku pake primer dari Lt Pro dulu, karena primer ini lembut banget aku jadi ga perlu oles pelembap terlebih dahulu, setelah itu aku pake concealer, oh ya concealer ini aku pake 2 warna yang aku mix jadi satu, pertama aku pake warna yang lebih gelap, aku pake Lt Pro yang medium, setelah itu aku tutup lagi pake concealer dengan warna yang lebih terang merk Revlon yang Light Medium karena kulitku tonenya kuning, setelah itu aku tap-tap pake beauty blender, setelah dosa-dosa di wajah tertutup, baru aku aplikasikan cushion merk Aprilskin, Aprilskin ini aku suka banget karena cukup coverage dan finishingnya glowing-glowing dewy getohh, aku pake yang light beige. Trus karena kulitku kombinasi yah, normal cenderung berminyak, endingnya aku teplokin bedak tabur biar awet make up nya. Kalau kulit kering ga perlu pake bedak tabur lagi setelah pakai cushion.

alat tempur :p


Lumayan hasilnya jadi kaya gini 👇

plisss gosah di zoom wkwk :p oh ya itu hamil 6 bulan belom keliatan aja perutnya 😣
Apa? Di zoom aja? oke deh, ini versi close up-nya nya setelah pake make up di atas 😵👇 

menantu idaman, bukan hoax :D

Masih keliatan sih jerawatnya kalau dilihat dari deket, haha. Tapi gapapa, lumayan buat mengurangi komentar miring nutrijen saat bertemu live :p 

Yah, sampe segitu dulu yak curhatan bumil yang lagi galau ini, gapapa deh muka jelek yang penting baby sehat-sehat selaluuuu 😗😗😗😗😗😗

Tuesday, 23 October 2018

,   |  No comments  |  

Mengetahui Jenis Kelamin Bayi USG 16 Minggu

#16w2d

Yang ditunggu-tunggu telah tiba, kehamilan memasuki bulan ke-4, mengapa aku menunggu saat ini? Sekedar berharap bulan ke-4 ini mual muntah hilang dan lebih enjoy menikmati kehamilan. Tapi apalah daya kalau hormon hcg-nya masih tinggi, jadi belum hilang sama sekali mual-mualnya, bersyukur muntah-muntah berkurang drastis, terkadang harus mengatur waktu yang tepat untuk makan dan beristirahat agar tetap sehat dan tidak mual berkepanjangan.

Selain menanti saat mual itu hilang, yang juga kunanti adalah saat kontrol, yeaaaaay. Sebelumnya aku ada janji facial sama terapis, karena hamil kali ini hormonnya wawwww. Bikin jerawatan seluruh muka, padahal hamil sebelumnya ga pernah separah ini jerawatnya, wajahku juga tipe-tipe jarang jerawatan. Kata Mbak Terapisnya ga ada obat jerawat buat ibu hamil, jadi disuruh menikmati aja jerawat dan bruntusan, Mbak Terapis cuma berani totok aura ajah tanpa berani kasih laser atau infrared seperti facial biasanya dan dikasih masker dari gandum, itupun tidak bisa mengembalikan wajahku yang aslinya mulus dan ga jerawatan. Oh ma fesssss 😭😭😭

Baiklah, lupakan urusan jerawat. Facial selesai jam setengah 10 pagi dan langsung cuss berangkat ke RS Mutiara Hati buat kontrol, sampe sana jam 10.30, dapet antrian no. 27 dan ternyata aku pasien terakhir yang antri 😅 alhamdulillah deh dr. Sulfakar masih mau memberikan pelayanan sama pasiennya yang lelet ini 😂 *kontrol bulan kemaren janjian jam 10 dateng jamm setengah 12 😂

Tensi normal 110/70, dan berat badan naik jadi 44 yeaaaaaayyy. Baru kali ini hamil trimester kedua tembus 44 kg 🤣 hamil pertama sampe ke 4 mau lahiran bb 45, itu 40 minggu buuuuk dan cumak naik 5 kilo aja dari bb sebelum hamil. Subhanallah banget hamil kali ini, banyak jerawat dan banyak hikmahnya. Wkwk 🤣

Masuk ruang USG, seneng banget dr. Sulfakar udah senyum dengan ramah melayani pasien "Gimana mbak? Masih ada keluhan?", aku jawab "Sudah tidak ada dokk.. Alhamdulillah sehatt"  semangat jawabnya kayak anak-anak TPQ mau ngaji, itu kebawa semangat bahagia dapet slot periksa pasien, biasanya emang musti telfon dulu sih kalau mau ke Mutiara Hati, karena yang antri banyak. Tapi dalam perjalanan banyak doa Ya Alloooh kasih aku slot di Mutiara Hati ya Alloooh 😁 eh terkabul doaku 😁 oh ya, dalam perjalanan itu aku juga komunikasikan ke baby, "Nak, nanti Bapak sama Ibu dikasih tau yah kamu cewek apa cowok, biar bisa siap-siap nama mulai sekarang"

Layar USG terpampang, daaaaan heyyyyy itu kamu nak



Dr. Sulfakar: "Ini nih anaknya Mbak, wah alhamdulillah sempurna yah, sudah bagus, ini jari tangan, ini jari kaki, widih tangannya ke atas nih (posisi tangan baby melambai-lambai kaya kasih kode "assalamualaikum ibuk, ini aku")", eh anak ke berapa ini lupa aku?"
Aku: "Anak ke-4 dok"
Dr. Sulfakar: "Masih mau nambah?"
Aku: "Iya dong" (Lalu kami tertawa bareng)
Dr. Sulfakar: "Yaa harus gitu dong, banyak anak. Semangat mumpung masih muda"
Aku: "Dok, cewek apa cowok"
Dr. Sulfakar: "Bentaaar lagi nyarik nih. Oh cewek Mbak"
Aku: "Beneran dok?"
Dr.  Sulfakar: "Iyaa beneran cewek nih. Insya Allah"
Aku: "Alhamdulillah, anakku yg 1-3 cowok, Dok"
Dr. Sulfakar: "Wiiih bagus itu, ntar punya anaknya sampe 7 yah"
Aku: "Yaa kalau dikasih lebih dari itu juga mau dok"
(Kami tertawa bareng lagi)


detak jantung normal 😊 duh jadi ikutan dag dig dug denger detak jantung bayi




Hasil USG
  • FL (Femur Length): ukuran panjang tulang paha bayi = 2,24 cm
  • GA (Gestational Age): perkiraan umur kehamilan = 16w5d
  • EDD (Estimated Delivery Date): perkiraan persalinan = 04-05-2019
  • AC (Abdominal Circumferencial): ukuran lingkaran perut bayi = 9,54 cm
  • HC (Head Circumferencial): lingkaran kepala = 4,39 cm 
  • BPD (Biparietal diameter): ukuran tulang pelipis kiri dan kanan = 3,52m cm
  • EFW (Estimation Fetal Weight): perkiraan berat bayi = 148 gr

Sementara suami speechlesss melihat putrinya bergerak-gerak di layar, sambi mengabadikannya dengan video di hapenya 🤗 seriusan yah yang namanya feeling seorang suami itu kuat banget, dari awal aku ngeluh tentang jerawatku yang makin banyak, dia sih slow jawabnya "ibu hamil itu cantik  kamu tetep cantik kok, namanya juga hamil anak cewek"  waktu aku ngeluh telingaku kayak infeksi gatal terus suami slow jawabnya "yang sabar, nantik diobatin, namanya juga hamil anak cewek", waktu ngeluh muntahnya parah banget dia jawabnya "kehamilan 1 sampai 3 ga sampe begini lo dek, yang ini pasti cewek"  begitu terus dan terjawab feelingnya hari ini tepat (untuk sementara) hihihi . Namanya juga prediksi manusia, tapi tetep aja yakin nih baby bakalan lahir cantik 😘


16w2d, It's Baby Girl, mirip siapa yah? :D

Setelah itu cek lab, alhamdulillah hasilnya juga normal semuanya.. Nantikan ibu kembali 1 bulan lagi ya nak, sehat selalu..


,   |  No comments  |  

Mengabadikan Hasil Tespack di Setiap Kehamilan

Siapa yang suka koleksi tespack, ngacuuung? *ceritanya cari temen

Aku dong suka koleksi tespack 😂 bagiku yang lebay ini, kehamilan adalah momen begitu indah, dimana aku menemukan bukti keajaiban Tuhan. Berupa rahim yang dihuni calon makhluk penghuni dunia. Jadi, apapun yang berkaitan dengan kehamilan dan tumbuh kembang anak sebisa mungkin aku abadikan, termasuk dengan membuat blog ini yang menceritakan tentang kehamilan dan tumbuh kembang anakku. Oh ya, ini dia penampakan koleksi tespackku 😂


Di foto itu ada 6 tespack, yang ke-6 adalah anak ke-4 karena ke-4 dan ke-5 aku mengalami keguguran spontan dan tanpa dikuret di usia 6w-7w, kehamilan pertama mungkin karena masih serba baru, pengantin baru yang menikah 3 bulan dan mendapati pertama kali terlambat haid 1 minggu, beli tespack merk sensitif yang model stick, harga Rp. 45.000,- tanpa dicelup-celup, hanya dipipisi ajah dan alhamdulillah garis 2 langsung, kebahagian yang sempurna saat itu saat cinta pertama dalam pernikahan hadir. Dialah anakku: Adib Muhammad Dzulqurnain Danuwijaya

Kehamilan ke-2 udah ga pake stik-stikan lagi, tapi menghabiskan banyak tespack pemirsaaah.. Yang di atas itu belum yang negatif-negatif yah aku buang, yang positif aku simpen 😂, waktu itu ada 9 tespack negatif yang terbuang di sampah karena telat 1 bulan tapi dites negatif, akhirnya ditunggu bulan berikutnya tau-tau positif meskipun samar-samar.. Yah hasil tespack anak kedua saat itu sampai 5x dan dengan tespack andalan murmer yaitu onemed yang harganya seribu limaratus 😌 terakhir buat meyakinkan karna hasil samar terus, beli yang sensitif seharga Rp. 15.000,- alhamdulillah garisnya mulai tegas 😁

Kehamilan ketiga agak lucu, beli tespack sama adekku yang laki-laki karna waktu itu aku lagi pulang kampung dan telat 3 hari, anakku yang kedua rewel terus gak mau disusui, terus emak bilang "jangan-jangan kamu hamil", dengan wajah sewot emak berkata seperti itu, kenapa pake sewot? Karna usia Adib Maulana Assufi  Hadikusuma saat itu masih 16 bulan pemirsah dan emak kasian lihat anak bayi-bayi udah mau punya adek. Akhirnya cuss ngajak adek cowok ke apotik, dia bilang sini tak belikan aja obatnya namanya apa sih? Aku bilang udah anterin aja napa sih, akhirnya beli tespack 5 biji dengan harga yang agak naik dikit seribu delapan ratus rupiah. Adekku tak suruh nunggu di luar, malu dong kan dia masih remaja dan jomblo lagi, masak udah liat adegan emak-emak gendong sama gandeng anak beli tespack. Pulang ditespack jam 10an hasilnya 2 garis, besoknya dites lagi sudah garis tebel lagi. Bilang ke emak, emak cuma bilang gini "giat banget sih bikin anak", wakakak pingin ketawa tapi takut durhaka, dan lahirlah anak ketiga Muhammad Syarif Sosrokartono.

Kehamilan ke-4 dan ke-5 tespack di usia kehamilan 4 minggu, artinya belum datang haid sudah aku tespack, yang ke-4 hasilnya samar-samar dengan tespack yang murah pulak #TeamOneMed seminggu kemudian pendarahan, usg sudah abortus spontan, 3 bulan kemudian tespack positif dengan 2 garis terang di usia 4w, 2 minggu kemudian pendarahan hebat, usg masih ada kantung janin tapi divonis janin tidak berkembang dan keguguran usia 7weeks.

Kehamilan ke-6 sama tespacknya usia 4w, dan lagi-lagi beli sama adek cowokku karna kebetulan aku mau traktir dia makan atas keberhasilannya lulus kuliah, setelah itu aku ajak dia mampir apotik beli tespack, gak tanggung-tanggung aku beli 20 pcs pemirsah, mon maap lagi kalap.. Rencana buat bulan depan depannya lagi dah, harganya teteupp yaa #TeamOneMed setia dengan harga seribu limaratus.. Trus nungguin adekku potong sama creambath di salon karna rambutnya udah kayak sarang burung, nah namanya emak-emak nih ya.. Di salon kebelet pipis, eh sekalian deh numpang nge-testpack di salon.. Yharobbb kayak ga ada waktu lagi yak 😖 jam 5 sore, ada wadah ga kepake di kamar mandi (bekas tutup botol obat pel) dijadikan media tampung urin hiyaa hiyaaa hiyaaaa.. Dan udah dicelupin gitu ajah aku tinggal pipis sama cebok. Pas liat hasilnya, langsung istighfar.. Hah? Positif langsung 2 garis. Dan waktu hamilnya adalah cuma melewati 1 siklus haid setelah keguguran. Seneng dong pulang dari salon senyun-senyum, ketemu suami ditanya "udah acara makan-makannya sama adek?" udah dong, trus aku tunjukin tuh tespack.. Eh orangnya girang banget. Cqiqiqiqi.. Iya lah.. Dan sekarang aku menjalani kehamilan yang ke-6 ini tepat sekarang usia 16 minggu 2 hari..

Selain koleksi tespack, gak ketinggalan koleksi foto-foto usg anak 1-4, yeaaaaay.. Emakmu rajin sekali naaak..